MABIT v Praze


Qiyamullail dilakukan malam hari, yaitu di saat orang sedang tertidur. Hanya orang yang mempunyai keinginan kuat dan memahami hakikat keagungan qiyamullail saja yang mampu menegakkannya. Pada kondisi malam yang sepi, kegiatan menajamkan perasaan diri dan sarana muhasabahnya melalui qiyamullail akan sangat efektif. Tempaan seperti inilah yang dibutuhkan oleh para du’at sebagai perbekalan dalam mengarungi jalan da’wah yang panjang dan berat.

I. Fadhilah/Keutamaan Qiyamullail

Banyaknya ayat-ayat Al Qur’an dan hadits-hadits Nabi saw yang membicarakan tentang qiyamullail menunjukkan bahwa qiyamullail memiliki keutamaan yang agung sehingga memotivasi kita untuk melaksanaknnya. Beberapa keutamaan qiyamullail diantaranya :

1. Shalat yang paling utama sesudah shalat fardhu

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : telah bersabda Rasulullah saw,

Seutama-utama puasa setelah ramadhan ialah (puasa) di bulan Allah, Muharram, dan seutama-utama shalat setelah shalat wajib ialah shalat malam” (HR. Muslim, Abu Dawud, An Nasaa’i dan Ibnu Khuzaimah).

2. Mempertajam kepekaan hati

Sesungguhnya bangun di waktu malam adalah lebih tepat (untuk khusyuk) dan bacaan di waktu itu lebih berkesan. (QS. Al Muzzammil : 6)

3. Salah satu karakter pokok seorang mu’min

Sesungguhnya orang yang beriman kepada ayat ayat Kami adalah mereka yang apabila diperingatkan dengan ayat ayat itu mereka segera bersujud seraya bertasbih dan memuji Rabbnya, dan lagi pula mereka tidaklah sombong. Lambung mereka jauh dari tempat tidurnya dan mereka selalu berdoa kepada Rabbnya dengan penuh rasa takut dan harap, serta mereka menafkahkan apa apa rezki yang Kami berikan.(QS. As Sajdah : 15-16)

Dan hamba-hamba Allah Yang Maha Penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan. Dan orang yang melalui malam hari dengan bersujud dan berdiri untuk Rabb mereka. (QS. Al Furqan : 63-64)

Dari Sahal bin Sa’ad ra, ia berkata : Jibril datang kepada Nabi saw seraya berkata, “Wahai Muhammad, hiduplah sesukamu maka sesungguhnya kamu pasti mati, dan berbuatlah sesukamu maka sesungguhnya kamu pasti dibalas, dan cintailah orang yang kamu suka maka sesungguhnya kamu pasti meninggalkannya. Dan ketahuilah bahwa kehormatan orang mu’min adalah qiyamullail dan kemuliaannya ialah ketidakbergantungnnya kepada manusia. (HR. Ath Thabrani, Sanadnya Hasan)

4. Padanya terdapat saat yang mustajab untuk berdo’a

Dari Jabir ra, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah saw bersabda :

Sesungguhnya di malam hari terdapat waktu (saat) yang tidaklah seorang muslim meminta (kepada) Allah kebaikan dari perkara dunia dan akhirat bertepatan dengan waktu tersebut, melainkan Allah swt memberinya, dan yang demikian itu adalah setiap malam. (HR. Muslim)

Abu Hurairah ra.berkata, bahwa Rasulullah saw bersabda :

Rabb kita Azza Wa Jalla tiap malam turun ke langit dunia pada sepertiga malam yang terakhir, lalu Allah swt berfirman, Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku pasti Aku kabulkan. Barangsiapa yang memohon kepada-Ku pasti Aku beri dan barangsiapa yang meminta ampun kepada-Ku pasti Aku ampuni. (HR. Muslim)

5. Mengangkat derajat seorang mu’min

Dan pada sebahagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Rabb-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji. (QS. Al Isra : 79)

6. Allah swt akan memasukkan orang yang senantiasa qiyamullail ke dalam syurga-Nya

Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan, bahkan dahulu mereka sedikit sekali tidur di waktu malam dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. (QS. Adz Dzaariyaat : 15-18)

Dari Abdullah bin Sallam ra, ia berkata : Ketika pertama kali Rasulullah saw datang ke Madinah, orang-orang bersegera menyongsongnya, maka aku termasuk diantara orang yang menyongsongnya. Ketika aku amati wajahnya dan aku memperjelasnya, maka aku mengetahui bahwa wajahnya bukanlah wajah pendusta. Ia (Abdullah bin Sallam) berkata : Hal yang pertama kali aku dengar dari sabdanya bahwa beliau saw bersabda, “Wahai manusia sebarkanlah salam, berilah makan, sambung shilaturahim dan shalatlah di waktu malam saat manusia tidur, niscaya kalian akan masuk syurga dengan selamat. (HR. Tirmidzi, Ibnu majah, dan Al Hakim)

Dari Abdullah bin Amr ra. dari Nabi saw, beliau bersabda : “Di dalam syurga terdapat sebuah kamar yang luarnya dapat dilihat dari dalamnya dan bagian dalamnya dapat dilihat dari luarnya”. Lalu Abu Malik Al Asy’ari bertanya, “untuk siapa kamar itu Ya Rasulullah?”. Rasulullah saw menjawab : “Bagi orang yang membaguskan pembicaraan (maksudnya pembicaraan bermanfaat dan memberi kebaikan), memberi makan dan melalui malam dengan berdiri (shalat malam) pada saat orang tidur. (HR. At Thabrani, dan Al Hakim)

7. Kebiasaan para shalihin, sarana taqorrub ilallah, penghapus keburukan dan pencegah dosa.

Dari Abu Umamah Al Bahili ra. dari Rasulullah saw, beliau bersabda : “Lakukanlah qiyamullail karena sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shaleh sebelum kalian, pendekatan kepada Rabb kalian, penghapus berbagai keburukan dan pencegah dosa” (HR. At Tirmdzi, Ibnu Abid Dunya, Ibnu Khuzaimah, Al Hakim). Hadist Hasan menurut Syaikh Nashiruddin Al Albani

8. Dijauhkan dari kemalasan dan menjadikan jiwa menjadi baik

Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda : Syetan mengikat 3 buhul di bagian belakang kepala salah seorang di antara kalian (apabila ia tidur), seraya memukul pada tiap buhul; “malam panjang bagimu, tidurlah”. Jika ia bangun kemudian berdzikir kepada Allah swt maka lepaslah satu buhul. Jika ia berwudhu maka lepaslah satu buhul lagi. Dan jika ia shalat maka lepaslah semua buhulnya sehingga pada pagi harinya menjadi gesit dan baik jiwanya. Dan jika tidak (melaksanakan hal tersebut) maka pada pagi harinya ia menjadi buruk jiwanya dan malas (HR. Malik, Bukhari, Muslim, Abu dawud, An Nasaa’i, dan Ibnu Majah)

9. Ciri hamba yang bersyukur

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah saw bangun shalat malam hingga kedua kakinya bengkak, lalu aku bertanya kepada beliau : “Mengapa engkau lakukan hal ini padahal dosamu yang telah lalu dan yang akan datang telah diampuni “?. Nabi saw menjawab : “Tidakkah aku (pantas) menjadi hamba yang banyak bersyukur?”. (HR. Bukhari dan Muslim)

10. Dirahmati Allah swt

Dari Abu Hurairah ra, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah saw, “Allah swt merahmati seorang lelaki yang bangun malam kemudian shalat dan membangunkan istrinya. Jika (istrinya) enggan maka ia memercikan air di wajahnya. Dan Allah swt merahmati seorang wanita yang bangun malam kemudian shalat dan membangunkan suaminya. Jika (suaminya) enggan maka ia memercikkan air di wajahnya”. (HR. Abu Dawud, An Nasaa’i, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim). Menurut Syaikh Nashiruddin Al Albani Hadits ini Hasan)

11. Digolongkan sebagai ahli dzikir

Dari Abu Hurairah ra dan Abu Sa’id ra, keduanya berkata, telah bersabda Rasulullah saw : Apabila seorang lelaki membangunkan istrinya di malam hari kemudian keduanya shalat (atau ia shalat) dua rakaat berjama’ah, maka keduanya ditulis di kalangan orang-orang lelaki dan wanita yang berdzikir”. (HR. Abu Dawud, An Nasaa’i, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Al Hakim)

12. Diumpamakan shodaqoh secara rahasia

Dari Abdullah ra, ia berkata : Telah bersabda Rasullah saw, “Keutamaan shalat malam atas shalat siang seperti keutamaan shadaqah secara rahasia atas shadaqah secara terang-terangan (HR. Ath Thabrani dengan Sanad Hasan)

13. Dibanggakan oleh Allah Azza Wa Jalla

Dari Ibnu Mas’ud ra dari Nabi saw, beliau bersabda : “Rabb kita kagum kepada dua orang – salah satunya – orang yang bangkit dari hamparan dan kemulnya di antara keluarga dan kekasihnya (menuju) kepada shalatnya, maka Allah Azza Wa Jalla berfirman (kepada para malaikat-Nya) : “Lihatlah hamba-Ku, ia bangkit dari kasur dan gelarannya diantara kekasih dan keluarganya (menuju) kepada shalatnya karena mengharapkan apa yang ada di sisi-Ku dan takut dari apa yang ada di sisi-Ku” (HR. Ahmad, Abu Ya’la, Ath Thabrani dan Ibnu Hibban)

Memahami betapa besar fadhail qiyamullail, maka sangat wajarlah kalau seorang mu’min senantiasa menegakkannya dan sangat tidak layak jika seorang mu’min apalagi para da’i mengabaikan qiyamullail ini, walau dengan alasan apapun. Apalagi qudwah kita, Rasullah saw tidak pernah meninggalkan qiyamullail selama hidupnya.

Dari Abdullah bin Abi Qais ra, ia berkata, Aisyah ra berkata : “Jangan engkau tinggalkan qiyamullail karena Rasulullah saw tidak pernah meninggalkannya. Apabila beliau sakit atau sedang malas maka beliau melakukan qiyamullail sambil duduk”. (HR. Abu Dawud, dan Ibnu Khuzaimah).

Betapa sungguh malu kita saat kelak dihisab Allah swt, bahwa kita yang mengaku “AR RASUL QUDWATUNA” tetapi menegakkan “satu sunnahnya saja” kita masih sering lalai. Baik alasannya sibuk (apakah kita lebih sibuk dibanding Rasul saw dan para shahabatnya?), ataupun kecapean (Bukankah Rasul saw dan para shahabatnya jauh lebih capek dibanding kita?). Semoga Allah swt mengampuni kita semua.


copy and pasted from here

Diskusi Ilmu: Benarkah Imanku?


Nantikan Kemunculannya

Praha - Hradec Kralove - Olomouc

Dakwah dan Fitnahnya

Bagaimanakah untuk berdakwah dengan baik? Itulah persoalan yang sering berlegar dalam kotak pemikiran semua da’ie. Mana tidaknya, kadang-kadang apa sahaja yang dilakukan tidak menjadi mengundang kepada rasa putus asa dan kecewa. Tambah menyedihkan lagi, ada yang menarik diri dari terus berdakwah kerana merasakan apa yang dilakukan sia-sia disebabkan tidak membawa kejayaan. Mungkin mereka terlupa bahawa hanya Allah yang mampu memberi hidayah bukan kita yang merupakan hambanya yang lemah.

Sesungguhnya engkau (wahai Muhammad) tidak berkuasa memberi hidayat petunjuk kepada sesiapa yang engkau kasihi (supaya dia menerima Islam), tetapi Allah jualah yang berkuasa memberi hidayat petunjuk kepada sesiapa yang dikehendakiNya (menurut undang-undang peraturanNya) dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang (ada persediaan untuk) mendapat hidayat petunjuk (kepada memeluk Islam).

Al-Qasas(28):56

Berbalik semula kepada persoalan mengenai amal dakwah yang muntij, sebenarnya caranya telah diberi oleh Allah kepada kita dalam surah An-Nahl ayat ke-125.

Serulah ke jalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmat kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik dan berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik; sesungguhnya Tuhanmu Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang yang sesat dari jalanNya dan Dialah jua yang lebih mengetahui akan orang-orang yang mendapat hidayat petunjuk.

Sebanyak 3 ‘guidelines’ yang boleh didapati di dalam ayat tersebut

1. Menyeru manusia dengan hikmah

2. Menyeru dengan pengajaran yang baik

3. Berdebat dengan cara yang baik

Menyeru dengan hikmah.

Apakah itu hikmah? Hikmah atau dalam bahasa inggeris, ‘wisdom’ adalah berilmu dan mampu menggunakan ilmu tersebut dengan pertimbangan yang betul.

Jadi untuk berdakwah dengan muntij, adalah amat penting bagi seorang da’ie untuk memiliki ilmu dan mampu untuk mengaplikasi, mengolah dan menggunakannya dengan baik pada waktu dan keadaan yang sesuai. Dalam erti kata yang lain, kita perlu bijak dan kreatif.

Contohnya dapat kita lihat melalui kisah Nabi Ibrahim A.S dimana baginda telah memecahkan semua kecuali satu berhala yang disembah kaumnya semasa mereka keluar dari bandar mereka. Setelah mengetahui tentang perkara yang berlaku, kaum nabi Ibrahim menyoal baginda mengenai kejadian itu. Lalu baginda menyuruh mereka menanyakan persoalan itu kepada berhala yang masih tinggal. Ini telah menyedarkan kaumnya tentang kepalsuan kepercayaan mereka namun sifat akur telah menyebabkan mereka masih tidak mahu mengakui kesalahan mereka itu.

Menyeru dengan pengajaran yang baik

Para da’ie juga harus menunjukan contoh, perwatakan dan peribadi yang baik dan mulia. Ini dapat meningkatkan kepercayaan dan rasa hormat orang lain terhadap diri kita seterusnya akan memudahkan usaha dakwah kita inshaAllah. Elakkan berkompromi mengenai apa sahaja perkara yang bercanggah dengan Islam kerana ini dapat membawa fitnah bukan sahaja kepada diri kita bahkan Islam sendiri. Janganlah kerana ingin membela kesalahan kita atau memenangi hati segolongan insan, kita sanggup mengiakan apa yang salah disisi agama lalu mengadai maruah agama dan para pendakwah lain. Kita perlu ingat bahawasanya apa sahaja yang kita lakukan akan memberi impak kepada Islam kerana selaku pendakwah, kita merupakan pendokong testimoni agama di dalam masyarakat. Busuk kita, busuklah agama!

Berdebat dengan cara yang baik.

Ini adalah sangat penting memandangkan kebelakangan ini, maruah agama kerap tercemar. Kita perlu mengelakan emosi menguasai diri kerana ia akan mengundang keburukan. Sebarang persoalan, salah faham dan pandangan yang salah mengenai agama tidak kiralah samada ia dari seorang muslim atau non-muslim hendaklah didampingi secara berhemah, bijak, dengan alasan yang tepat dan lemah-lembut seperti arahan Allah kepada nabi Musa dalam surah Taha(20) ayat ke-44.

Elakkan mencerca mana-mana pihak atau agama kerana sesungguhnya mereka juga akan melakukan perkara yang sama dan ini akan menjatuhkan maruah diri dan agama.

Realiti masa kini

Sangat menyedihkan apabila kita melihat keadaan masyarakat Islam pada masa kini. Islam dikaitkan dengan pelbagai fitnah yakni kemunduran, kemiskinan, keganasan, masalah sosial dan lain-lain lagi. Bagi yang bukan beragama islam mereka beraggapan semua ini berlaku disebabkan agama Islam itu sendiri namun bagi kita yang beragama Islam mahu atau tidak kita perlu tahu dan menerima bahawa fitnah yang melanda ini berpunca dari umat islam sendiri. Selagi kita tidak membaiki umat ini dari dalam, selagi itu kita akan sukar untuk berdakwah kepada yang tidak beragama Islam.

‘Tiada siapa yang akan membeli kereta berjenama A kerana mereka mendengar khabar tentang keburukan kereta jenama A dan kerap melihatnya tersadai ditepi-tepi jalan raya dan lebuh raya kerana rosak atau menghadapi kemalangan. Tanpa mereka sedari sebenarnya pemandu-pemandu dan pemilik-pemilik kereta berjenama A adalah mereka yang tidak tahu memandu, tidak memiliki lesen memandu ataupun mungkin mereka yang tidak tahu bahawa kereta memerlukan petrol untuk berfungsi.’

Pengalaman saya di Mesir juga menceritakan masalah yang sama dalam umat Islam. Negara yang besar dan kaya dengan sumber ekonomi seperti petroleum dan pusat-pusat tarikan pelancong itu sepatutnya maju dan nasib rakyatnya terbela. Namun apa yang dapat saya perhatikan adalah yang sebaliknya. Daripada hospital hinggakan ke lorong-lorong jalan, kebanyakannya kotor penuh dengan sampah sarap langsung tidak melambangkan identiti sebuah Negara Islam. Kemiskinan bukan merupakan perkara yang ganjil disana tetapi adalah sesuatu yang biasa. Masjid tidak dinafikan berselerakan di merata-rata tetapi jemaah yang bersolat di dalamnya adalah disebaliknya. Bukan ingin menceritakan keburukan mana-mana pihak tapi cuma ingin mengambarkan realitinya.Di Malaysia dan Eropah pula, masalah sosial membelenggu umat islam. Kita dikaitkan dengan pelbagai keburukan seperti maksiat, rempit, dadah, arak dan lain-lain. Bagaimana kita ingin mengajak orang lain menerima Islam dan mengikut syriatnya, padahal umat islam sendiri melanggarnya.

Disinilah para da’ie memainkan peranan. Keperluan berdakwah dan membetulkan umat dari akar umbi masyarakat adalah sangat penting jika kita ingin melihat Islam menjadi ‘mainstream’ dunia semasa seperti beberapa ratus tahun yang lalu. Tidak dinafikan kita mungkin masih jauh dari destinasi yang kita impikan, namun janganlah berputus asa kerana sesungguhnya kejayaan agama ini telah Allah janjikan. Kita cuma perlu bekerja dan berusaha berdakwah disamping bertawakkal kepada Allah. Barang siapa yang menolong agama Allah nescaya Allah akan menolongnya dan meneguhkan kedudukannya inshaAllah.

Wahai orang-orang yang beriman, kalau kamu membela (agama) Allah nescaya Allah membela kamu (untuk mencapai kemenangan) dan meneguhkan tapak pendirian kamu.

Muhammad(47):7

Re-cap Manusia Menuju Tuhan


Oleh : Abu Hamzah

Alhamdulillah, diskusi ilmu jumaat lepas yang berlaku serentak di Hradec Kralove dan Prague berjalan lancar. InshaAllah, semoga apa yang dikongsikan, apa yang dibincangkan dapat memberi kefahaman kepada kita dalam kerangka kita meniti jalan-jalan menuju kepadaNya.


Untuk manfaat semua, di sini kami ringkaskan sebahagian daripada isi-isi penting perbincangan yang lepas:

1) Mukaddimah - Tazkirah ayat surah al-A'araf, 138 berkenaan dengan kemuliaan Islam berbanding dengan semua cara hidup yang lain. Penting untuk kita berasa izzah dengan agama kita dan berusaha untuk mempraktiknya sedaya upaya walaupun di tempat-tempat seperti di Czech Republic.


2) Persoalan ' purpose of life ' adalah titik permulaan penting dalam kerangka seseorang itu menyedari tentang hakikat perlu kembali kepada tuhan.


3) Ia merupakan fitrah bagi seorang insan untuk mencari sebuah kuasa yang dipercayai dapat mempengaruhi urusan kehidupannya. Kerana itu kita melihat kebanyakan manusia dimuka bumi hari ini beragama. Namun, timbul kerosakan dalam perasaan ingin beragama apabila manusia menggunakan akal fikiran masing - masing untuk mentafsir mengenai zat-zat tuhan. Dengan itu kita melihat pelbagai jenis "imej-imej rekaan" yang dianggap sebagai tuhan.


4) Hasil dari tafsiran terhadap fitrah tersebut, maka sebahagian manusia juga mereka ritual-ritual yang mereka anggap sebagai 'ibadah' demi mengibadahi zat-zat tuhan yang mereka reka.


5) Dengan itu, Islam melarang kita daripada memperkatakan mengenai Allah dan melakukan ibadah-ibadah melainkan ia bersumberkan dari Allah sendiri. Yakni dengan perantaraan seorang Rasul. Agama memerlukan petunjuk dari tuhan, tidak boleh direka dan diperkata oleh manusia menurut akal mereka sendiri. 2 perkara ini menjadi asas yang penting dalam akidah seorang Muslim. Maka itulah tanggungjawab seorang Rasul. Membawa mesej dari Tuhan.


6) Tanpa kehadiran seorang Rasul yang membawa wahyu serta bukti /mukjizat / al-aayat dari Allah Yang Maha Esa, manusia akan terdedah kepada pelbagai 'claim' tentang tuhan dan ini akan menyebabkan pegangan kepada pelbagai bentuk ajaran sesat.


6) Soroton kembali kepada zaman Quraisy. Keadaan masyarakat Quraisy pada ketika itu sememangnya mempercayai bahawa Allah itu Tuhan. Namun masalah bagi mereka ialah mereka mensyirikkan Allah. Maka itulah antara tugas utama para Rasul berdasarkan ayat 36, surah al-Nahl.


7) Allah memberi tanda-tanda ( al-aayat atau Signs ) untuk membantu manusia mengenali tuhannya, dan tanda-tanda ini boleh dibahagikan kepada kategori ayat yang dilihat dan ayat yang dibaca. Ayat-ayat yang dilihat ialah yang terdapat pada alam ini dan apa yang kita namakan sebagai 'intelligent design' manakal ayat yang dibaca ialah apa yang terdapat di dalam al-Quran yang mana apabila kita membacanya membawa kita mengingati Allah.


8) Kesimpulan, manusia perlu kembali kepada Allah setelah menyedari dan melihat tanda-tanda kebesaran Allah. Setiap manusia perlu menunaikan tujuan hidupnya dan mencapai 'gol' kita.

Wallahua'alam


Ikuti rakaman diskusi ilmu tersebut. Maaf, atas masalah teknikal sebahagian daripada rakaman telah hilang dan tidak dapat dikongsi. Untuk makluman, diskusi tersebut dijalankan dalam bentuk informal.



MMT.mp3 -

Diskusi Ilmu: Manusia Menuju Tuhan


Tarbiyyah Itu Petrol


Gambar Hiasan


Kenderaan bermotor dan bahan api tak dapat dipisahkan. Ada kenderaan bermotor menggunakan petrol, ada yang guna benzene, ada yang guna kerosene, ada juga yang guna NGV. Kenderaan hybrid terbaru menggunakan hydrogen sebagai bahan api. Bagi kereta biasa di Malaysia, bahan api yang popular adalah petrol tanpa plumbum RON 98. Walau apa pun bahan api yang digunakan, yang penting, ia diperlukan untuk menghidupkan enjin seterusnya menggerakkan kereta.


Jom kita ambil sedikit ibrah daripada kisah kereta Perodua Kancil dan minyak petrol tanpa plumbum RON 98.



Untuk menghasilkan pembakaran dan menggerakkan piston dalam enjin, petrol perlu masuk ke dalam enjin terlebih dulu. Bekalan petrol yang mencukupi untuk enjin sangat penting. Maka, untuk setiap perjalanan, tangki petrol perlu sentiasa diisi.


Dalam sebuah perjalanan, kereta Kancil akan bergerak selagi mana petrol cukup. Sekiranya petrol kering dan tidak diisi, enjin kereta Kancil tak dapat meneruskan kerja lantas membantutkan perjalanan. Jika pedal minyak ditekan walaupun petrol telah kering, enjin akan terus mati. Setelah enjin mati, ia tak dapat dihidupkan terus setelah mengisi petrol ke dalam tangki. Ia tidak semudah memulas punat kunci. Sedikit isipadu petrol perlu di masukkan ke dalam enjin. Kerja ini agak susah dan leceh untuk dilakukan.


Sebab itu lah, isipadu minyak perlu sentiasa berkadar langsung dengan sejauh mana kilometer perjalanan. Lebih jauh dan laju kereta Kancil memecut, lebih banyak petrol yang diperlukan. Bekalan perlu sentiasa cukup. Andai bekalan petrol hampir kering, kereta Kancil perlu singgah di mana-mana stesen minyak untuk isi tangki. Bekalan yang baru akan menampung perjalanan seterusnya.


Semasa mengisi tangki di stesen minyak, pemilihan jenis bahan api mesti tepat. Jika enjin petrol diisi dengan diesel, rosak lah kereta. Perjalanan terus terhenti. Kena singgah bengkel untuk baiki enjin. Kereta Kancil tersadai 2-3 hari. Rugi masa, rugi tenaga, rugi duit dek kesilapan memilih bahan api.

Petrol Dalam Dakwah dan Tarbiyyah

Dakwah ini perjalanan yang sangat jauh dan panjang. Bekalan yang sufficient atau lebih sangat-sangat diperlukan untuk meneruskan jalan ini. Seorang akh atau ukht akan pendek nafasnya atas jalan ini andai bekalannya tidak mencukupi. Demikian kaitannya dengan petrol RON 98. Tarbiyyah umpama petrol dalam perjalanan dakwah. Usrah, halaqah, daurah, jaulah etc. adalah stesen-stesen minyaknya. Tugas-tugas dakwah tak dapat diteruskan andai bekalan tarbawi tak mencukupi. Bagaimana mungkin seorang akh mampu bergerak sedang jiwanya kosong. Atas dasar apakah yang mampu menggerakkannya di atas jalan dakwah yang panjang dan berliku ini.


Andai seorang dae'i itu terus memaksa dirinya atau dipaksa untuk menjalankan tugas-tugas dakwah sedang bekalannya tidak cukup, mungkin berlaku seperti enjin kereta Kancil yang kehabisan petrol. Ia akan terhenti. Untuk menggerakkannya kembali, usaha yang lebih sukar dan leceh diperlukan, sama macam mengisi petrol ke dalam enjin yang letaknya jauh di dalam bonet.


Begitu juga halnya jika seorang akh mendapatkan bekalan tarbawi yang tidak tepat. Instead of petrol iman, diesel jahiliyyah yang diisi ke dalam tangki enjin hatinya. Jika ini berlaku, rosaklah hati si akh tersebut dan memaksa proses pembaikan yang mungkin memakan masa yang lama. Banyak juga tenaga, masa dan wang yang perlu dilebur. Nauzubillaah.


Begitulah halnya jalan ini. Bekalan iman yang mendalam dan berterusan adalah pembakar enjin dakwah ini. Hanya tarbiyyah yang berterusan mampu membekalkannya.


Bagaimana tarbiyyah kita? Cukupkah untuk perjalanan yang panjang, jauh dan payah ini?


Wallaahua'lam.


Azizul Salehudin

email: Aku Tak Pedulism

Artikel ini khusus untuk pelajar-pelajar yang menggunakan email sebagai medium interaksi.

Email bukan benda asing hari ni. Boleh jadi, email satu keperluan. Kadang-kadang seorang ada 2 atau 3 email address. Semua dia nak cuba. Dari Hotmail, Yahoomail, Gmail dan macam-macam lagi. Takde masalah kalau nak buat seratus email sekalipun. Benda free.

Walaupun free tapi email ni benda penting. Bagi yang biasa bekerja dengan internet, email adalah medium utama untuk komunikasi dan informasi. Para businessman internet seboleh-bolehnya memilih server email yang terbaik supaya informasi sentiasa sampai kepada mereka. Tak hairanlah ketika servis Gmail tergendala beberapa jam pada bulan Februari lepas, berbilion dolar kerugian dilaporkan!

Ada beberapa kategori manusia yang menggunakan servis email.

Kategori pertama adalah orang sangat menitikberatkan soal inbox email mereka. Semua email dibaca dengan teliti. Satu persatu. Ada juga yang sangat teliti dalam memeriksa spam. Takut-takut ada email penting yang termasuk dalam spam. Orang macam ni sangat menghargai email dan penghantar email. Mesej-mesej yang perlukan respon akan direply segera. Inilah kategori pengguna email kelas pertama dengan mentaliti kelas pertama.

Kategori kedua, orang yang baca email secara selektif. Hanya email-email tertentu yang dibaca. Email-email yang menarik, yang kena mengena dengan dia saja yang dibaca dan direspon. Email yang pelik-pelik dibiarkan atau didelete terus tanpa budi bicara. Orang macam ni masih OK, cuma mungkin ada risiko terlepas beberapa email penting secara tak sengaja. Penulis tergolong dalam kategori ini.

Kategori ketiga pula ialah orang yang suka baca email, bila dapat je email yang best sikit, terus diforward kepada semua orang yang ada dalam contact list dia. Walaupun email yang dia dapat tak benar atau kurang tepat. Tambahan pula banyak email yang 'berantai'. Ayat-ayat seperti cliche, "Kalau anda seorang yang beriman, sebarkanlah email ini kepada saudara seagama yang lain supaya anda tidak ditanya di akhirat nanti" menyebabkan rasa bersalah yang teramat sangat. Orang yang suka forward email ini ada masalah pertimbangan yang kritikal dan perlukan teguran.

Kategori keempat, orang yang hanya baca email yang pendek-pendek. Yang kurang daripada 3 baris. Yang nampak panjang, melebihi 4 baris akan ditinggalkan. Tak didelete tapi tak dibaca. Dibiarkan dalam inbox dulu dengan harapan akan dibaca kemudian. Tapi akhirnya memang tak dibaca langsung. Malas. Tak peduli. Ignorance.

Kategori yang kelima pula, orang yang tak buka langsung email. Buka hanya seminggu sekali atau sebulan sekali atau setahun sekali! Orang macam ni tak sepatutnya buka akaun email!

Golongan manusia kategori keempat dan kelima inilah yang nak di'tembak' dalam artikel ini. Bagi pengguna email, terutama pelajar universiti, membaca email secara regular dan teliti sepatutnya menjadi kewajipan. Segala maklumat penting dihantar melalui email. Bagi pelajar luar negara, semua maklumat dari universiti, penaja, pensyarah, bank, persatuan dan segala macam urusan penting lain akan dihantar melalui email. Masalah besar yang melanda sebahagian besar pengguna email terutama pelajar adalah malas baca email dan malas respon email. Inilah simptom kepada penyakit AKU TAK PEDULISM!

Tak hairanlah ramai yang tak tahu maklumat penting dari lecturer, terlepas appointment atau kelas tambahan, ketinggalan aktiviti persatuan, tak aware tarikh exam, tak tahu update terkini dan macam-macam lagi masalah. Sampai ada yang tak tahu perlu update visa dan hantar result exam kepada penaja! Bila ditanya, jawapan skema yang akan dibalas, "Eh, ye ke? Tak tau pun". "Ade ke ko hantar email? Tak dapat pon.". Rasa nak tempeleng muka sebelas kali!


Email vs Facebook

Ada orang boleh baca berpuluh-puluh mesej 'main-main' di Facebook setiap hari. Ada juga orang yang mampu balas beratus-ratus komen 'tak penting' di Facebook setiap jam. Ada pulak orang yang larat respon kuiz-kuiz 'mengarut' di Facebook setiap 5 minit. Tu belum kira request-request yang super mengarut yang masuk setiap minit, tag-tag gambar yang tak masuk akal dan macam-macam lagi. Bagi yang ada beribu 'friends' di Facebook, mungkin terasa impaknya.


Jelas sekali tabiat remaja. Dari alam dunia hingga ke alam maya -sukakan benda-benda yang ringan dan menghiburkan. Dengan erti kata lain, hedonistik -walaupun tanpa disedari tak tak pernah diakui. Benda sepenting email tak diambil peduli tapi Facebook yang 'tak logik' itu dilayan sepenuh hati. Bukan nak menyalahkan kereaktifan pengguna-pengguna Facebook yang tegar ini. Baguslah aktif dalam Facebook sebab ia juga sumber maklumat tapi email lebih penting. Seeloknya, layan dua-dua dengan seimbang.


Rajin-rajinlah buka inbox.

Tolong BACA dan REPLY email!


Azizul Salehudin